Aduh, Anah SD sudah Ikuti Trend Makeup

Brand Kosmetik saat ini tidak hanya mendapatkan keuntungan dari para wanita dewasa saja, mereka pun meraup hasil dari anak-anak perempuan. Pasar produk make-up kini banyak yang mengeluarkan kosmetik untuk pra-remaja, yakni untuk usia 7 – 14 tahun.

Seperti brand kecantikan milik Madonna dan putrinya, Lourdes Leon (15) yang memang menargetkan untuk anak-anak dan remaja. Produk kosmetik untuk pra-remaja dan remaja menjadi sukses berkat majalah seperti Teen Vogue yang sangat mengikuti dan memberikan inspirasi tren kecantikan yang ada.

Make-up artist New York, Kimara Ahnert mengaku tidak hanya memiliki klien dari para wanita dewasa saja. Orangtua-orangtua kaya di New York sering meminta Ahnert mendandani anak-anak mereka secara rutin untuk hadir di acara-acara bergengsi.

Koleksi make-up anak-anak sekarang pun mungkin selengkap orang dewasa lainnya. Body lotion dan lip gloss seperti menjadi perlengkapan wajib mereka. Tidak ketinggalan cat kuku, eye shadow dan blush on juga sudah ada di tas make-up bocah-bocah cilik saat ini.

“Setiap orang pasti punya lip gloss. Benefit merupakan brand favoritku,” ujar Sloane, 12 tahun, yang diwawancarai oleh NY Times ketika belajar make-up dengan Ahnert.

Janine Coppola, senior marketing director of Pacific World, perusahaan dibalik brand perawatan GeoGirl menanggapi tentang tren gadis-gadis cilik yang menggunakan produk kecantikan. Target konsumen GeoGirl sebenarnya untuk pemula, namun customernya cukup banyak dari remaja yang dalam masa pubertas.

“Target kami sebenarnya untuk pemula. Kami membuat produk berdasarkan tingkatan, bukan umur. Beberapa gadis usia 9 atau 10 tahun yang sudah puber memiliki masalah dengan jerawat. Masalah itulah yang membuat mereka kurang percaya diri,” ujar Janine.

“GeoGirl mengandung bahan alami seperti teh hijau, gadis 10 tahun sering membeli produk-produk kami. Pertanyaan mendasar adalah, haruskah gadis-gadis kecil itu berpikir untuk mengubah penampilan mereka?” pungkasnya.

Dalam masa pubertas, jerawat merupakan masalah yang memang kerap dialami oleh gadis-gadis muda itu. Janine mengatakan, gadis-gadis itu sadar diri dengan penampilan mereka dan berusaha untuk mempercantik diri.

Sadar akan tren make-up remaja, Christie Prunier membuat lini kecantikan pra-remaja bersama putrinya Willa Doss, 11 tahun. Ide ibu 43 tahun itu datang ketika mencari produk make-up untuk anak umur 8 tahun, dan ia menemukan produk dengan kualitas yang buruk.

Willa yang masih di bawah umur ikut andil dalam menciptakan produk make-upnya. Gadis kecil itu juga sudah mengerti jenis make-up yang baik. Dia menjelaskan, sunblock yang baik harus memberikan hasil akhir yang kering dan tempat make-up yang bersih dan minimalis.

Jolie Novak, ibu asal New York mengaku anaknya berumur 10 tahun kerap menggunakan produk kosmetiknya. “Sadie selalu ingin menggunakan make-up sejak dia masih balita dan kita (orangtua) berpikir itu tidak masalah untuk dia bermain dengan make-up untuk anak-anak selama hanya untuk kesenangannya.”

Meski si anak diperbolehkan merias diri dan bermain-main dengan make-up, namun Jolie tetap memberi batasan. Ia melarang putrinya untuk keluar rumah dengan riasan.

“Dia (Sadie) sebenarnya berbakat dalam mengaplikasikan make-up dan suka melakukan make over dengan teman-temannya dan aku tidak mempermasalahkannya, kecuali saat ia keluar rumah. Saya tidak setuju ia memakai make-up untuk keluar rumah,” tambah Jolie.

Jika ditelusuri, iklan produk-produk kecantikan yang menggoda mungkin salah satu yang turut mendorong para remaja untuk menggunakan perawatan tubuh dan make-up. Meski produk kecantikan tersebut berlabel untuk ‘pra-remaja’, sudah pantaskah si kecil menggunakannya? Bagaimana menurut Anda?

sumber: wolipop.com

Infor lain :

  • Kisah Cinta Kapal Titanic Ternyata Nyata
  • Turis Wanita Tak Mau ke India Takut Diperkosa
  •   Aaron Swartz “Robin Hood” di Dunia Daya
Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.