Baru: Kereta Api Ekonomi AC ‘Gajah Wong” Jakarta Jogja

Kereta Api Ekonomi AC ‘Gajah Wong’ dioperasikan angkut pemudik tujuan Yogyakarta – Jakarta Pasar Senin.

MENINGKATKAN pelayanan angkutan penumpang  dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi Kereta Api Ekonomi jarak jauh. Khususnya selama masa angkutan Lebaran 1432H/2011, Kementerian Perhubungan dan direksi PT Kereta Api Indonesia meresmikan pengoperasian KA Ekonomi AC ‘Gajah Wong’ rute Stasiun Pasar Senen-Lempuyangan Yogyakarta, di Stasiun Jakarta Kota, Rabu (24/8).

KA Ekonomi AC ini merupakan hasil desain industri dalam negeri, PT INKA.  Secara umum, KA ini dirancang sama dengan KA Ekonomi non-AC yang ada saat ini. Hanya saja, pada KA ini, interiornya sedikit berbeda, dimana jumlah tempat duduk pada KA Ekonomi non-AC umumnya diperuntukkan bagi 106 orang.

Namun, pada KA ini tempat duduk didesain hanya untuk 80 orang dan dilengkapi pendingin udara sehingga akan memberikan kenyamanan pada penumpangnya.

Pemudik menunggu..Adapun kapasitas keseluruhan yang dimiliki KA Gajah Wong ini mencapai 720 orang. Rangkaian terdiri dari 9 gerbong penumpang ditambah gerbong restorasi dan mesin diesel. KA ini juga dirancang untuk kecepatan operasional 100km/jam dan umur teknis yang tidak kurang dari 25 tahun.

Kemudian, bahan dan komponen lokalnya mengacu pada Standar Industri Indonesia (SII) atau Standar Nasional Indonesia (SNI), serta dilengkapi kereta makan dengan pembangkit listrik (MP3), bergenerator listrik 2×250 KVA.

Menhub meresmikan pengoperasiannya…Tiket  KA Gajah Wong pada musim angkutan Lebaran dikenakan biaya sebesar Rp 120 ribu per orang. Waktu tempuh dari Jakarta menuju Yogyakarta diperkirakan memakan waktu selama 9,5 jam. Peluncuran kereta ini guna meningkatkan kualitas jasa transportasi Kereta Api bagi masyarakat.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, pengoperasian kereta ekonomi berpendingin udara (AC) merupakan bagian dari ketetapan standar pelayanan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub yang ditetapkan sejak 2010. Dalam upaya meningkatkan pelayanan angkutan penumpang kelas ekonomi.

Siap melayani… “Untuk pertama kalinya pada awal September tahun lalu pemerintah menyerahkan KA Ekonomi AC (Bogowonto) kepada PT KAI untuk dioperasikan melayani lintas Stasiun Pasar Senen-Kutoarjo,” ujar Menhub Freddy Numberi.

Dan pada tahun ini, lanjut Freddy, dengan bersumber dari dana APBN 2010/2011, pemerintah kembali menyerahkan pengoperasian 10 unit dan 1 unit kereta makan yang dilengkapi dengan peralatan pembangkit listrik (genset) yang diberi nama KA Ekonomi AC ‘Gajah Wong’.

Selain penyerahan pengoperasian KA Ekonomi AC ‘Gajah Wong’, pemerintah juga menyerahkan dua trainset KRL AC (masing-masing delapan unit) kepada PT KAI untuk dioperasikan di wilayah Jabodetabek.

Dengan kapasitas angkut penumpang 1.340 orang duduk dan berdiri, KRL ini merupakan konsorsium Bombardier dan PT INKA, merupakan bagian dari pengadaan 10 trainset KRL KFW (40 unit) yang pendanaannya bersumber dari bantuan lunak pemerintah Jerman.

Ekonomi AC cukup nyaman…Sisanya, 8 trainseat KRL KFW (32 unit) saat ini sedang dalam proses penyelesaian di PT INKA Madiun  dan akan dioperasikan di wilayah Jabodetabek. Guna memenuhi kebutuhan sarana transportasi kereta api di wilayah Jabodetabek.

Pemerintah pada tahun ini juga akan menyerahkan sejumlah sarana perkeretaapian kepada PT KAI, antara lain 3 set KRDI AC, 5 set KRDE, 1 set rail bus yang akan dioperasikan untuk wilayah Jawa dan Sumatera.

Sebelumnya, pada Juni dan Juli, pemerintah telah menyerahkan pengoperasian 1 set KRDI AC Madiun Jaya Express yang melayani lintas Madiun-Solo-Yogyakarta, dan 1 unit rail bus Batara Kresna yang melayani Solo-Wonogiri kepada PT KAI. (Sbh)

sumber : investor.co.id

Incoming search terms:

  • kereta api gajah wong jogja
  • kereta ekonomi ac jakarta jogja
  • kereta gajah wong
Berita terkait :

Informasi lain :

  • Krakatau Menyingkap Rahasia Kehidupan
  • Siapa Penerus Rossi? Pembalap Italia Minim,
  • Bendol: Jangan Bawa-Bawa Dendam ke Lapangan Hijau
Tags: 

Leave a Reply

Your email address will not be published.